Jasa Terapi Bekam Pria / Wanita

gambar produk 1 gambar produk 2 gambar produk 3 gambar produk 4 gambar produk 5 gambar produk 6 gambar produk 7
Layanan
Hubungi CS
Bekam (al-hijamah) merupakan sebuah metode pengobatan yang dilakukan dengan cara mengeluarkan darah statis (kental) yang mengandung toksin atau racun dari dalam tubuh manusia. Berbekam dengan cara melakukan vakum pada kulit dan pengeluaran darah dari kulit. Hal ini mencakup mekanisme pokok dari tindakan bekam, yaitu proses pemvakuman kulit kemudian dilanjutkan dengan pengeluaran darah dari kulit yang telah di vakum sebelumnya.

Dalam metode pelaksanannya, terapi bekam terbagi menjadi dua jenis yaitu terapi bekam kering dan terapi bekam basah. Pada terapi bekam kering alat vakum akan dibiarkan menempel selama beberapa menit, hingga pada akhirnya kulit memerah dan mencuat ke atas. Berbeda dengan jenis terapi bekam basah, teknik dilakukan dengan cara membuat sayatan atau penusukan dengan jarum yang sudah di desain untuk menusuk untuk area yang dangkal pada kulit bekas bekam kering, lalu dilakukan penyedotan ulang di area kulit yang telah disayat atau di tusuk jarum untuk mengeluarkan sebagian kecil darah. Setelah tindakan selesai, bagian yang terluka akan diolesi dengan minyak zaitun atau salep antibiotik untuk mempercepat pengeringan bekas luka penusukan dan mencegah terjadinya infeksi.

Dalam melakukan terapi bekam, tidaklah cukup hanya dengan semangat tetapi juga harus disertai dengan standar kesehatan medis, sehingga tetapi atau pengobatan yang dilakukan dapat dipertanggung jawabkan. Saat ini banyak kita temui atau jumpai di pinggir-pinggir jalan, di dekat masjid, atau di berbagai tempat lain kerap kita jumpai orang yang menawarkan praktek bekam. Dengan peralatan seadanya, darah pasien akan di sedot di beberapa titik misalnya di batang leher belakang atau di punggung, lalu dibuang. Meski banyak yang yang tertarik ingin mencoba terapi bekam, praktek semacam ini yang terkesan dilakukan sembarangan ini  sering memunculkan sejumlah keraguan seperti, kebersihan dan steril atau tidaknya alat yang digunakan untuk terapi bekam, hingga kompetensi dari seorang pelaku pembekaman.

Indikasi terapi bekam dilakukan untuk orang yang punya tekanan darah tinggi, gangguan kolesterol, kekakuan pembuluh darah, bahkan orang yang punya penyakit jantung. Terapi bekam juga dilakukan untuk pemeliharaan kesehatan yang biasa dilakukan sebulan sekali.Namun, ada sejumlah kondisi yang membuat seseorang sebaiknya tidak melakukan terapi bekam. Kondisi yang biasa disebut sebagai kontraindikasi tersebut, antara lain orang yang mengalami anemia, kulit keriput, pasien yang mengkonsumsi obat pengencer darah, penyakit kulit kronis, hipotensi, kelainan darah, bengkak, kelainan pembuluh darah, dan trombosit rendah.

Itulah sebaiknya terapi bekam harus dilakukan dengan memperhatikan aspek medis, seperti sebelum melakukan bekam sebaiknya di tensi dulu, memperhatikan indikasi dan kontraindikasi terapi bekam. Praktek bekam di pinggir jalan dengan orang yang tidak kompeten biasanya tidak melakukan hal itu.

Khasiat terapi bekam insya Allah bisa mengatasi :
  • Stroke
  • Diabetes
  • Jantung Koroner
  • Asam urat
  • Vertigo
  • Liver
  • Ba’al atau kesemutan
  • Darah tinggi
  • Pusing kepala
  • Asam Lambung
  • Bell Palsy
  • Panas Tinggi
  • Asam Urat
  • Kolesterol
  • dll...

Kesalahan Saat Melakukan Bekam (Hijamah)

Kesalahan dalam melakukan terapi bekam biasanya disebabkan karena minimnya pengetahuan tentang anatomi fisiologis tubuh, keterbatasan ilmu tentang penyakit serta cara kerja dalam mekanisme tindakan bekam. Bekam haruslah mengedepankan standarisasi medis. Berikut contoh kesalahan bekam antara lain :

Persiapan pasien yang kurang

Sebelum dilakukan tindakan bekam, seorang terapis harus memeriksa kondisi umum dan penyakit yang diderita pasien. Pemeriksaan tekanan darah (tensi) merupakan pemeriksaan minimal yang harus dilakukan. Kesalahan pada tahap ini bisa membahayakan pasien jika kondisinya sedang drop.

Melakukan hijamah di area terbuka diluar ruangan atau terlalu dingin

Dikhawatirkan luka sayatan atau tusukan bekas bekam dapat terkena debu atau kotoran yang beterbangan.

Mengabaikan sterilitas

Pembekam bisa menggunakan proses sterilisasi kop dan alat bekam pada detergen, pemutih, rebusan air atau alkohol. Jika memungkinkan bisa menggunakan alat sterilisator standar untuk mencegah terjadinya resiko tinggi terkena infeksi kuman selama proses tindakan bekam.

Peralatan ala kadarnya

Dalam praktek bekam, banyak di antara para pelaku terapi bekam yang hanya menggunakan alat sekedarnya tanpa memperhatikan faktor kebersihan alat dan lingkungan, sterilisasi dan higenisnya, seperti penggunaan tisu untuk membersihkan darah, apalagi tisu gulung untuk toilet.

Menggunakan silet atau jarum sembarangan

Kedua alat tersebut bukan merupakan peralatan medis standar yang dirancang untuk melakukan tindakan bekam. Luka yang dihasilkan sangat berpotensi menyebabkan terjadinya infeksi dan dapat terkontaminasi bahan-bahan yang terkandung pada permukaan logam silet dan jarum. Jarum yang dilakukan untuk bekam merupakan jarum khusus yang dimasukkan dalam alat berbentuk pena atau pulpen.

Kesalahan dalam menentukan titik bekam

Selain tidak efektif, keterbatasan pengetahuan mengenai lokasi titik bekam yang tepat akan mempengaruhi hasil pembekaman secara signifikan.

Mitos “semakin banyak titik bekam maka semakin cepat sembuh”.
Terlalu banyak titik bekam bukanlah berarti semakin efektif, namun yang benar adalah pemilihan titik yang tepat adalah kunci tercapainya tujuan dari terapi bekam.

Terlalu lama membekam pada satu titik

Penyedotan kop yang melebihi 20 menit bisa menimbulkan efek samping keluarnya bulla (kantong cairan bening seperti cacar). Hal ini dapat menyebabkan keluhan perih dan beresiko infeksi.

Melakukan penyayatan atau penusukan luka yang terlalu dalam.

Selain memperlambat penyembuhan luka juga dapat menimbulkan resiko mengenai pembuluh darah besar sehingga bisa timbul perdarahan

Harus puasa dulu sebelum bekam (hijamah)

Pada pasien tertentu dimana kondisi tubuhnya sedang drop, maka puasa bisa membahayakan pasien. Sebaiknya makanlah 2 jam sebelum hijamah/bekam, dalam tempo waktu tersebut diharapkan bahwa proses pencernaan makanan sebagian besar telah selesai dan bisa memperkecil resiko terjadinya “pingsan” akibat dari hijamah/bekam.

Waktu terapi bekam :
  • estimasi antara 20 - 30 menit

Kelebihan bekam ditempat kami :
  • alat & jarum steril
  • sedia terapis pria & wanita
  • melayani bekam kepala tanpa cukur
  • melayani panggilan ke rumah pasien (home care)
Yuk BOOKING sekarang juga !!!